Bakamla RI Perkuat Kepemimpinan Perempuan melalui Frontline Women’s Leadership Program 2026
27 September 2026 Penulis : Humas Bakamla RI
WhatsApp Image 2026-09-24 at 12.47.25

Jakarta, 11 September 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —- Bakamla RI turut berpartisipasi dalam Australia-Indonesia Strong Borders Program – Frontline Women’s Leadership Program 2026, yang diselenggarakan oleh Australian Border Force (ABF) selama lima hari, pada 7–11 September 2026 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Jumat (11/09/2026).

Program intensif selama lima hari ini menjadi wadah penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan di sektor frontline border management.

Para peserta yang terdiri dari lintas instansi ini mengikuti berbagai sesi mengenai leadership, influence, progressive conversations, resilience, dan managing self, yang dikemas melalui pembelajaran kelas, diskusi, serta aktivitas kelompok.

Seluruh peserta mendapatkan pembekalan dari dua fasilitator kepemimpinan dari Australian Institute of Police Management (AIPM). Keduanya menjadi fasilitator dalam program ABF Frontline Women: Leading for Performance, yang disponsori ABF bekerja sama dengan AIPM.

Melalui perspektif women’s leadership, peserta didorong untuk membangun pengaruh positif, meningkatkan kemampuan komunikasi, menghadapi perbedaan, serta mengembangkan ketangguhan dan kepercayaan diri dalam menjalankan peran kepemimpinan.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perempuan dari lima instansi Indonesia yaitu Bakamla RI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Direktorat Jenderal Imigrasi.

Keikutsertaan Bakamla RI dalam program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di lingkungan keamanan dan penegakan hukum.

Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi terbentuknya jejaring dan kolaborasi lintas instansi untuk mendukung pengelolaan keamanan perbatasan dan sektor maritim secara lebih efektif. (Humas Bakamla RI)

Entri ini telah dilihat 37 kali.